Selasa, 01 Maret 2011

Ups.. 50 Juta Orang Indonesia Hisap 20 Batang Rokok per Hari

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR - Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Azimal, mengatakan konsumsi rokok kini telah menjadi masalah global dan nasional. Sebanyak 80 persen terjadi di negara berkembang. Sementara Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga setelah China dan India.

"Kami perkirakan 50 juta penduduk Indonesia merokok dengan rata-rata rokok yang dihisap per hari sebanyak 20 batang per orang," kata Azimal di Denpasar, Senin (28/2), saat sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tidak Merokok (KTM).

Azimal mengatakan kondisi tersebut membuat banyak penduduk Indonesia berpotensi terserang berbagai penyakit tidak menular akibat rokok seperti jantung, tumor, kanker dan sebagainya. Bahkan, rokok telah membunuh 13.500 orang per hari di seluruh dunia atau satu orang setiap detik.

Selain itu, kata dia, lebih dari 200 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. "Bahkan yang paling parah lagi, sebanyak 43 juta anak-anak terpapar asap rokok (secondhand smoke)," katanya.

Kopi Luwak Haram?
Dadan Muhammad Ramdan
Senin, 19 Juli 2010 06:11 wib

JAKARTA - Anda pencinta kopi, pasti kenal yang namanya kopi luwak. Ya, kopi asal Indonesia ini sudah go-internasional bahkan menyandang gelar sebagai kopi termahal dan teraneh di dunia.

Rasa kopi luwak ini benar-benar berbeda dan spesial di kalangan penggemar dan penikmat kopi. Bahkan sempatmenjadi pusat perhatian pers Australia.

Pasalnya,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat memberikan kenang-kenangan kepada PM Australia Kevin Rudd dengan kopi luwak,ketika mengadakan kunjungan ke Australia awal Maret 2010 lalu.

Namun Jawatan Karantina Australia menyatakan kopi luwak tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu, hingga akhirnya menahan kopi tersebut. Pers Australia menjulukinya dung diplomacy.

Kopi luwak memang berbeda dan istimewa karena cara pembuatannya yang terbilang aneh dan maaf "menjijikan". Para petani melepas luwak, yaitu sejenis musang atau civet untuk memakan biji–biji kopi yang matang dan berjatuhan.

Setelah itu, mereka menunggu para luwak tersebut membuang kotoran. Nah, biji kopi yang keluar bersamaan kotoran luwak itulah yang diambil untuk diproses lebih lanjut.

Lantaran prosesnya yang aneh itulah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan fatwa tentang kopi luwak. Menurut Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, sebelum fatwa tersebut terbit akan digelar pertemuan komisi fatwa yang selanjutnya membahas kopi luwak dan hukumnya.

"Pekan ini, hari Selasa," ungkap Ma’ruf saat ditanya okezone, Senin (19/7/2010) soal waktu pertemuan tersebut digelar.

Ketika disinggung pertimbangan MUI akan mengeluarkan fatwa kopi luwak, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mengatakan karena banyak pertanyaan dan keluhan dari umat.

Menurut dia, dengan fatwa MUI tersebut diharapkan tidak ada kesimpangsiuran mengenai hukum dari kopi luwak tersebut.

Apakah MUI akan mengharamkan kopi luwak? Ma’ruf Amin yang juga sesepuh di organisasi massa Islam, Nahdlatul Ulama mengatakan halal tidaknya kopi luwak akan diputuskan setelah sidang majelis fatwa MUI.

"Ya, jangan terburu-burulah, pada saatnya nanti akan diumumkan."

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Aminuddin Yakub menjelaskan, kopi yang tak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Kopi yang tak tercerna ini dijadikan minuman banyak orang.

Menurut Aminuddin, biji kopi setelah dicerna oleh luwak tadi terjadi perubahan kimia dan tidak akan tumbuh bila ditanam, maka itu bisa dikategorikan haram.

Sebaliknya,jika biji kopi itu tidak terjadi perubahan kimia, maka bisa diputuskan halal. "Tapi halal tidaknya, nanti dalam rapat komisi fatwa," imbuhnya.

Tak Ingin Psikologi Terganggu & Produktivitas Turun? Hindari Senyum Palsu

LONDON--Waspada bagi anda yang bekerja dibidang jasa seperti perbankan, transportasi publik dan lain. Apa pasal? Setiap karyawan diharuskan memasang ’senyum’ di setiap kesempatan tak peduli si karyawan sedang dirudung masalah.

Alhasil kadang pekerja memasang ’senyum palsu’. Rupanya sikap tersebut membuat karyawan justru berisiko mengalami gangguan psikologis dan produktivitas kerja menurun.

Studi terbaru mengungkap pekerja yang memasang senyum palsu pada pekerjaannya menyebabkan suasana hati tertekan. Akibatnya, produktivitas kerja terancam. Bila produktivitas terancam, karir si karyawan diramalkan tidak akan lama alias rentan dirumahkan.

Brent Scott, asisten profesor manajemen, Michigan State University, AS mengatakan pengusaha mungkin hanya berpikir menggaji karyawan untuk tersenyum. Tapi mereka tidak memikirkan efeknya pada karyawannya. "Senyum terpaksa menyebabkan kelelahan emosional yang berakibat buruk bagi organisasi," ungkap dia seperti dikutip Dailymail, pekan lalu

Sebelumnya, Scott bersama koleganya Christopher Barnes mempelajari senyum palsu pada sekelompok supir bus selama dua minggu. Mereka mengamati setiap efek senyum palsu terhadap emosi para supir.

Mereka juga memberikan semacam tindakan kepada para supir guna menumbuhkan emosi positif. "Hasilnya, wanita yang lebih dirugikan lantaran suasana hati mereka jauh lebih buruk ketimbang para pria," kata dia.

Scoot menjelaskan senyum palsu memunculkan konflik antara individu dengan norma budaya yang berujung pada munculnya emosi negatif. Kondisi itu sangat berbahaya bagi perempuan yang boleh dibilang sulit mengontrol perasaan ketimbang para lelaki.

"Bagi anda yang kerap memasang senyum palsu dalam jangka panjang menyebabkan anda seolah merasa kehilangan identitas pribadi,"pungkas dia.

Sayangnya, studi ini tidak menjelaskan secara detail perbedaan psikologis laki-laki dan perempuan ketika memasang senyum palsu pada wajah mereka. Disamping itu, Scoot dan koleganya tidak memberikan solusi untuk menghindari senyum palsu agar efek negatifnya tidak berimbas.REPUBLIKA.CO.ID

Senin, 14 Februari 2011

Jumat, 04 Februari 2011